Analisa Kesehatan Keuangan

Edisi 7 di Sesi Jumpa (Jum’at Punya Cerita) by WAG membahas tentang Analisa Kesehatan Keuangan

Layaknya tubuh, keuangan membutuhkan pemeriksaan rutin yang disebut financial check-up. Setelah mengelola keuangan, yang harus dilakukan selanjutnya adalah evaluasi keuangan yang sehat. Walaupun mempunyai siklus keuangan ideal serta disiplin dalam pengaturan tabungan, sebaiknya tetap rutin melakukan ini untuk mencapai financial freedom dan mencegah hal yang tidak diinginkan.

Nah, untuk itu perlu dilakukan financial check-up agar kebugaran uang terjaga. Lalu, apa yang dimaksud financial check-up? Bagaimana manfaat melakukan financial check-up dalam kegiatan yang berkaitan dengan keuangan?

Apa itu Financial Check up?

Financial check-up adalah upaya pemeriksaaan atau pengecekan kondisi keuangan untuk jangka waktu tertentu. Biasanya, upaya pengecekan ini ditujukan untuk mengulas kondisi keuangan dalam kurun waktu 6 – 12 bulan terakhir dan melihat apakah masih berada di jalur yang tepat dalam pengelolaan keuangan. Ada beberapa hal yang perlu dicek ketika melakukan pemeriksaaan keuangan, yakni :*pemasukan dan pengeluaran rutin, utang, harta, aset dan investasi, rasio aset lancar, hingga rasio menabung. Perlu dipastikan juga bahwa dana darurat yang dimiliki masih aman* Financial check-up dapat dilakukan secara sendiri maupun dengan pasangan.

Manfaat Financial Check-Up

Memeriksa financial check-up secara berkala bertujuan untuk mengetahui kondisi keuangan sehat atau dalam kondisi yang perlu evaluasi .

Manfaat financial check-up antara lain :

1. Mengetahui kondisi keuangan secara pasti

2. Mengontrol pengeluaran

3. Menyiapkan tabungan masa depan

4. Membantu pengambilan keputusan keuangan yang tepat

Langkah Evaluasi Kesehatan keuangan

1. Cek semua pemasukan dan pengeluaran

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mencatat semua sumber pemasukan. Kumpulkan semua pemasukan ke dalam satu catatan, termasuk pemasukan rutin dan tidak rutin. Kumpulkan pula semua pengeluaran, baik yang rutin maupun tidak rutin, dan satukan ke dalam satu catatan pula. Rincikan semua pengeluaran, termasuk pengeluaran untuk tempat tinggal, makan, internet, sekolah, dan sebagainya. juga bisa menandai pos-pos pengeluaran yang paling besar, untuk nantinya dievaluasi dan disesuaikan.

2. Cek jumlah utang dan tanggungan

Dari total pengeluaran, ketahui berapa besar jumlah utang atau tanggungan yang dimiliki. Jika masih memiliki utang, cek secara berkala kemajuan dalam pembayaran utang tersebut. Pastikan utang tersebut menjadi prioritas utama yang dibayar agar tidak terus membengkak, terutama utang yang disertai dengan bunga.

3. Check Investasi

sebaiknya dilakukan reviu secara rutin. Apakah investasi memberikan hasil pertumbuhan atau justru mengalami kerugian?

4. Ketersediaan Dana Darurat

Dana darurat merupakan pondasi dalam mencapai kebebasan finansial. Siapkan dana darurat dengan jumlah sesuai dengan pengeluaran dan kondisi. Idealnya dana darurat adalah sebesar 6-12 kali pengeluaran dalam sebulan.

5. Ketersediaan Asuransi

Asuransi memang tergolong sebagai pengeluaran, namun di sisi lain juga berfungsi sebagai investasi untuk menangani hal-hal yang tidak diinginkan tadi. Karena itu, cek apakah telah mengalokasikan dana untuk asuransi. Jika belum, bisa mendaftar program asuransi, namun pastikan besarannya tidak melebihi anggaran yang Anda miliki.

6. Review tujuan keuangan

Me review tujuan keuangan sehingga ada kepastian dengan titik akhir yang ingin diraih dalam jangka panjang maupun pendek.

7. Evaluasi dan buat anggaran

Setelah mengikuti langkah-langkah di atas, kita jadi tahu bagaimana keadaan cash flow dan apakah terdapat kenaikan net worth atau kekayaan bersih. Apabila “besar pasak daripada tiang” dan tidak ada kenaikan net worth, maka perlu menyusun anggaran agar lebih sesuai. Kumpulkan semua catatan pemasukan dan pengeluaran, termasuk pengeluaran untuk utang dan asuransi. Jika ada pengeluaran yang dirasa terlalu besar untuk hal-hal yang kurang penting, PLEASE bisa menguranginya atau bahkan menghilangkannya untuk dialihkan ke kebutuhan yang lebih penting. Pastikan pula ketersediaan anggaran untuk dana darurat yang bisa sewaktu-waktu dibutuhkan.

Gimana kalau gak pernah buat budgeting?, gak bisa evaluasi dung, Jawabannya BISA AJA, liat dari keadaan cash flow (Minus gak setiap bulan) kalau Minus, yuks berubah dengan membuat budgeting untuk pencatatan pengeluaran bisa pakai 10 aplikasi yang pernah di share sebelumnya.

Semoga informasi ini dapat membantu literasi keuangan kamu, untuk bergabung dengan Power People Community bisa explore https://kamupunyapower.com/power-people-community/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *