Pengertian, Prinsip, Contoh & Cara Mengatur Personal Finance

SESI KAMIS (Keuangan Manis)  Edisi Ke-11 by Power People Community by WAG

Apa Itu Personal Finance?

Pengertian personal finance adalah kegiatan terkait dengan pengelolaan keuangan pribadi. Ada berbagai komponen di dalamnya seperti pendapatan, pengeluaran, tabungan, dan investasi.

Pengetahuan dan kemampuan personal finance adalah hal yang sangat penting karena pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup manusia.

Setiap aspek kehidupan akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana cara kita dalam mengelola uang. Mulai dari tujuan yang ingin dicapai hingga makanan sehari-hari.

Untuk itulah, diperlukan cara mengelola personal finance yang baik mulai dari perencanaan, penggunaan, hingga evaluasinya.

Dengan demikian, besar kemungkinan terbebas dari berbagai permasalahan keuangan serta tujuan finansial bisa lebih mudah tercapai.

Prinsip Personal Finance

Untuk bisa mengelola personal finance dengan baik, kita perlu memahami prinsip-prinsip yang ada di dalamnya terlebih dahulu.

Prinsip atau pola pikir ini terkait dengan personal finance adalah hal yang akan sangat mempengaruhi kesuksesan mengelola keuangan pribadi.

Ketiga prinsip penting dalam personal finance adalah sebagai berikut:

1. Prioritas

Prinsip ini berkaitan dengan kemampuan dalam menentukan prioritas keuangan, mampu membedakan antara pembelian bersifat produktif dengan yang hanya menghabiskan uang saja.

Pastikan tetap fokus dan memprioritaskan pembelian yang sifatnya produktif.

2. Penilaian

Prinsip selanjutnya mengenai personal finance adalah kemampuan dalam menilai setiap investasi yang dimiliki.

Kemampuan ini memang sering kali hanya dimiliki oleh profesional dan diperlukan latihan serta pengalaman tinggi.

Ketika sudah menguasainya, maka mengambil keputusan finansial yang tepat akan lebih mudah.

3. Pengekangan

Perlu diketahui bahwa sebesar apapun penghasilan dan investasi yang dimiliki, jika pengeluarannya lebih besar maka tetap akan mengalami masalah finansial.

Itulah sebabnya, perlu melakukan pengekangan atau pembatasan mengenai pos-pos pengeluaran apa saja yang sebaiknya dikurangi.

Dengan demikian, jumlah pengeluaran akan lebih terkendali dan uangnya bisa lebih banyak digunakan untuk menabung atau berinvestasi.

Komponen dalam Personal Finance

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada lima komponen dalam personal finance.

Dengan mengetahui serta mengelola kelima komponen tersebut, akan lebih mudah menggunakan dan mengalokasikan pembagian secara tepat.

Adapun kelima komponen personal finance adalah sebagai berikut:

1. Pendapatan

Pendapatan merupakan sumber yang menjadi arus kas masuk dan diterima secara rutin dari keuangan pribadi.

Uang yang didapatkan dari pendapatan akan dialokasikan kembali ke beberapa komponen lainnya. Misalnya saja pengeluaran kebutuhan harian, asuransi, tabungan, dan investasi.

Terdapat sumber pendapatan lainnya selain gaji seperti bonus, hadiah, profit bisnis, dan dividen dari saham.

2. Pengeluaran

Pengeluaran merupakan kebalikan dari pendapatan, yaitu sumber pos arus kas keluar. Untuk itulah, perlu mengelola personal finance dengan baik. Pengeluaran pribadi bisa untuk berbagai hal mulai dari kebutuhan primer seperti makan dan pakaian, hingga hiburan dan aktualisasi diri.

Lantas, bagaimana cara mengelola arus kas keluar dengan baik? Simpelnya, pastikan bahwa pengeluaran tidak lebih besar dari pemasukan yang diterima Apabila pengeluaran tersebut sampai berlebih, jalan keluar yang biasanya diambil adalah melakukan pinjaman atau utang supaya kebutuhan bisa tercukupi.

Pada dasarnya, sah-sah saja memang mendapatkan pinjaman atau utang jika digunakan untuk hal yang produktif.

Hal ini akan menjadi masalah jika pinjaman tersebut digunakan untuk pengeluaran konsumtif yang tidak menghasilkan apapun.

3. Tabungan

Tabungan merupakan sebagian pendapatan yang disimpan untuk digunakan di masa mendatang.

Tujuan dari menabung bisa beraneka macam, mulai dari dana darurat, membeli barang mewah atau rumah, traveling, hingga dana pensiun.

Dalam hal ini, pentingnya tabungan dalam personal finance adalah bisa memiliki ketahanan finansial apabila terdapat masalah pada sumber pendapatan. Oleh karena itu, jangan lupa selalu menyisihkan sebagian dari pemasukan yang dapatkan ditabung di awal waktu.

Sebagai tips, jangan pernah menabung dari sisa uang yang telah dipakai untuk pengeluaran. Tentukanlah jumlah tabungan di awal dan langsung simpan uang begitu menerima.

Dengan demikian, akan selalu ada uang yang bisa ditabung setiap bulannya dan jumlahnya sama.

4. Investasi

Komponen selanjutnya dari personal finance adalah investasi.

Selain menabung, juga bisa mengalokasikan sebagian pendapatan untuk membeli berbagai instrumen investasi seperti saham, properti, obligasi, dan emas. Tujuan investasi dalam personal finance adalah menggunakan uang  yang dimiliki untuk menghasilkan lebih banyak keuntungan.

Dengan demikian, kita tidak perlu bekerja untuk bisa mendapatkan penghasilan. Sebaliknya, uanglah yang akan bekerja.

Tentu saja, setiap investasi memiliki risiko dengan tingkatan yang berbeda-beda. Untuk itulah,  perlu mempelajari investasi supaya dapat menghindari atau meminimalisasi kerugian.

5. Asuransi

Asuransi adalah layanan keamanan finansial yang berguna untuk melindungi atau menjaga kerugian keuangan lebih jaug dari berbagai hal tidak terduga, seperti penyakit dan kecelakaan.

Ada berbagai jenis asuransi yang bisa digunakan seperti asuransi ketenagakerjaan, asuransi kesehatan, asuransi jiwa, jaminan hari tua, dan lain sebagainya.

Contoh Personal Finance

Supaya penerapannya bisa lebih mudah dipahami, berikut adalah contoh personal finance yang bisa kita simak :

Dodo dan Rara memiliki pekerjaan di perusahaan yang sama serta posisi serupa sehingga gajinya pun juga tidak berbeda yaitu sebesar Rp5.000.000 per bulan.

Namun demikian, Dodo memiliki pengetahuan personal finance yang lebih baik dibandingkan dengan Rara. Nah, berikut ini adalah perbedaan rincian keuangan mereka:

  1. Rincian keuangan Dodo:
    1. Gaji = Rp5.000.000
    2. Kebutuhan bulanan = Rp2.000.000
    3. Hiburan, hobi, sosial = Rp1.000.000
    4. Investasi = Rp2.000.000
  2. Rincian keuangan Rara:
    1. Gaji = Rp5.000.000
    2. Kebutuhan bulanan = Rp2.500.000
    3. Hiburan, hobi, sosial = Rp3.000.000
    4. Bayar cicilan kredit= Rp500.000

Berdasarkan rincian keuangan diatas, Dodo memiliki pemahaman dan kemampuan mengelola personal finance dengan baik. Ia dapat menyisihkan sebagian uangnya untuk investasi. Berbeda halnya dengan Rara yang tidak memiliki tabungan atau investasi sama sekali. Bahkan jumlah pengeluarannya lebih besar dibandingkan dengan pendapatannya.

Hal ini membuat Rara harus menggunakan kredit untuk memenuhi kebutuhan dan membayar cicilan di setiap bulannya.

Bagaimana? Dari penjelasan di atas kita dapat simpulkan bahwa personal finance adalah hal yang penting untuk dipelajari dan dikelola dengan baik.

Dengan demikian, kita bisa terhindar dari berbagai permasalahan keuangan serta meraih tujuan finansial yang diinginkan.

Sumber : https://www.ocbcnisp.com/id/article/2023/03/15/personal-finance-adalah#:~:text=Pengertian%20personal%20finance%20adalah%20kegiatan,pengaruhnya%20terhadap%20kelangsungan%20hidup%20manusia

—————————————————————————————————————————————————————————————-

Mulailah dengan kebiasaan baik hari ini sekecil apapun itu karena kamu berharga.

Melengkapi support system improve literasi keuangan, kamu bisa join WAG Power People dimana kamu bisa berinteraksi langsung dengan Financial Planner & Advisor KamuPunyaPower

Explore Power People Community : https://kamupunyapower.com/power-people-community/

Jika kamu ingin benar2 memperbaiki money psikologi internal diri kamu, Kamupunyapower punya workshop financial yang diadakan selama 3 hari dimana workshop ini diadakan sebulan 2 kali, kamu akan belajar mulai dari kebiasaan baik tentang uang, mengenal hubungan diri sendiri dan uang, dan tentunya cash flow management, risk management dan investment

Explore Kelas Keuangan KamuPunyaPower : https://kamupunyapower.com/special-classes/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *