Tujuan Keuangan, Manfaat, Contoh, & Cara Menentukannya

SESI KAMIS (Keuangan Manis)  Edisi Ke-12 by Power People Community by WAG

Setiap orang pasti memiliki tujuan keuangan atau financial goals masing-masing, baik itu dalam jangka pendek maupun panjang. Misalnya saja, untuk investasi, memiliki rumah, biaya pernikahan, dan masih banyak lainnya.

Tentu saja, dalam mencapai financial goals tersebut, diperlukan pengelolaan keuangan yang baik dan bijak. So, untuk kamu sendiri, apakah sudah memiliki tujuan keuangan secara pasti? Jika masih bingung, yuk simak pembahasan berikut ini.

Apa itu Tujuan Keuangan?

Tujuan keuangan adalah sebuah hal yang ingin dicapai oleh individu yang berorientasi pada keuangan. Selain itu, tujuan keuangan adalah sebuah pencapaian di masa depan yang mulai direncanakan mulai dari saat ini.

Tujuan keuangan sangat dekat dengan perencanaan keuangan, karena dalam penyusunan rencana keuangan kita membutuhkan tujuan keuangan. Selain itu, tujuan keuangan adalah sesuatu yang harus bisa dijelaskan sejelas-jelasnya, mulai dari apa yang ingin dicapai, berapa jumlah yang ingin dicapai, dan juga berapa lama ingin mencapai tujuan tersebut.

Manfaat Tujuan Keuangan

1. Perencanaan Keuangan Lebih Rapi

Dengan memiliki financial goals, tentunya bisa membuat perencanaan keuangan lebih rapi. Ketika kamu memiliki tujuan tanpa adanya perencanaan yang matang, maka tujuan kamu hanyalah mimpi belaka.

Misalkan, kamu punya tujuan untuk membeli rumah dengan harga Rp 500 juta. Tetapi, kamu tidak memiliki perencanaan keuangan alias kamu hanya meraba-raba saja dan hanya mengalokasikan Rp 1 juta untuk berinvestasi setiap bulan dengan harapan di tahun depan kamu bisa membeli rumah seharga Rp 500 juta.

Jika kamu hitung kembali, 12 bulan x Rp 1 juta = Rp 12 juta, kamu hanya bisa mengumpulkan Rp 12 juta dalam satu tahun. Tentu saja, tujuan keuanganmu tidak akan tercapai.

2. Lebih Semangat dalam Bekerja

Manfaat selanjutnya dari memiliki tujuan keuangan adalah kamu akan lebih semangat dalam bekerja, karena kamu memiliki target yang membuat kamu lebih terpacu untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah guna mencapai tujuan tersebut.

3. Bisa Mengontrol Keinginan Impulsif

Manfaat ketika kamu sudah memiliki tujuan keuangan adalah kamu bisa dengan mudah mengontrol keinginan impulsif. Karena kamu sudah punya porsi masing-masing berapa yang harus kamu investasikan dan berapa yang bisa kamu gunakan untuk berbelanja keinginan kamu.

Cara Menentukan Tujuan Keuangan

1. Mempunyai Tujuan untuk Diri Sendiri

Hal pertama yang bisa kamu lakukan sebagai cara menentukan tujuan keuangan adalah mulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Apa nih yang ingin kamu capai dalam jangka waktu 1 tahun, 3 tahun, bahkan 5 tahun. Jangan sampai kamu merasa bahwa kamu menjalani hidup yang begini-begini saja, mulailah miliki tujuan untuk diri kamu sendiri terlebih dahulu.

2. Memiliki Kategori Tujuan

Selain itu, cara kedua untuk menentukan tujuan keuangan adalah memiliki kategori tujuan. Kamu bisa bagi berdasarkan jangka waktunya, bahkan hingga membuat prioritas tujuan mana yang sekiranya ingin kamu dahulukan.

3. Buat Tujuan yang Realistis

Hal yang penting sekali ketika akan menentukan cara membuat tujuan keuangan adalah membuat tujuan yang realistis. Jangan sampai kamu punya financial goals ingin memiliki Rp 1 Milyar pertama kamu, tetapi kamu ingin mencapainya dalam waktu 1 tahun dan kamu hanya bisa mengalokasikan Rp 1 juta untuk ditabungkan atau diinvestasikan.

Hal ini akan membuat tujuan kamu menjadi sia-sia saja, maka buatlah financial goals yang sekiranya mampu kamu jalani. Jangan melihat bagaimana teman-teman bisa memiliki tujuan yang fantastis, kamu cukup fokus saja pada diri kamu sendiri.

4. Memiliki Target untuk Setiap Tujuan

Kebanyakan orang, ketika membuat tujuan keuangan tidak pernah memberikan target, sehingga tujuan mereka tidak menjadi kenyataan. Maka, hal terpenting lainnya dalam cara membuat tujuan keuangan adalah memiliki target untuk setiap tujuan.

Jika kamu ingin membeli rumah, berapa harga rumah yang ingin kamu beli? Berapa jangka waktu yang kamu inginkan untuk membeli rumah tersebut? Setiap orang pasti memiliki financial goals berbeda-beda, sehingga kamu tidak bisa menyamaratakan tujuan semua orang.

5. Memiliki Prioritas Tujuan

Hal terakhir yang bisa kamu lakukan ketika akan menentukan cara membuat tujuan keuangan adalah menentukan prioritas dari tujuan kamu. Dengan keterbatasan yang kita miliki, kita tidak mungkin melaksanakan semua tujuan yang ingin kita capai, mulai dari dana darurat, membeli rumah, mobil, mempersiapkan dana pernikahan, dana pendidikan hingga dana pensiun.

Maka, yang bisa kamu lakukan adalah buatlah prioritas, sekiranya mana yang sangat urgent dan yang bisa di hold untuk sementara waktu. Dengan memiliki prioritas, akan memudahkan dalam merencanakan keuangan dan juga membuat kamu merasakan bahwa memiliki financial goals ini menyenangkan.

Contoh Tujuan Keuangan

1. Ingin Bebas dari Hutang

Pertama, contoh tujuan keuangan adalah ingin bebas dari hutang. Seperti yang kita tahu, jika kita tidak pandai dalam mengatur keuangan, kita bisa saja terlena dengan hutang. Dan tidak heran juga, jika banyak orang yang merasa terbebani dengan hutang.

Jika kamu sudah merasa hutang mulai membebani kamu, kamu bisa memprioritaskan hutang untuk diselesaikan terlebih dahulu sebelum berinvestasi. Dengan kamu membereskan hutang, akan memudahkan kamu untuk menentukan langkah selanjutnya.

2. Memiliki Dana Darurat

Contoh lainnya adalah memiliki dana darurat. Buat kamu yang tidak memiliki hutang, kamu bisa memulainya dengan memiliki dana darurat. Saat kamu akan merencanakannya, kamu memerlukan data pengeluaran per bulan. Maka, sangatlah penting kamu mencatat pengeluaran kamu per bulannya.

Setelah kamu tahu pengeluaran per bulan kamu berapa, selanjutnya set target dana darurat yang harus kamu kumpulkan. Besaran dana darurat setiap individu pasti berbeda-beda karena dipengaruhi oleh status pernikahannya dan juga besaran pengeluaran per bulannya.

Berikut adalah gambaran besaran dana darurat yang harus kamu kumpulkan.

  • Single = minimal 6 kali dari pengeluaran per bulan
  • Menikah dan belum punya anak = minimal 9 kali dari pengeluaran bulanan
  • Menikah dan punya anak = minimal 12 kali dari pengeluaran bulanan

3. Menambah Arus Penghasilan

Jika kamu sudah memiliki dana darurat dan juga terbebas dari utang, kamu juga bisa menambah arus penghasilan sebagai salah satu financial goals yang bisa kamu wujudkan.

Memang benar, untuk bisa mencapai kebebasan keuangan, kita tidak bisa mengandalkan dari gaji saja, kita harus mulai merencanakan untuk menambah arus penghasilan atau pendapatan.

Cara mendapatkan pendapatan selain dari gaji adalah berinvestasi di instrumen investasi yang dapat memberikan pendapatan pasif per bulan. Atau kamu bisa mulai memiliki aset yang dapat memberikan pendapatan per bulan.

Pendapatan pasif yang biasanya diminati adalah mulai dari memiliki obligasi hingga memiliki rumah yang bisa disewakan atau dikontrakkan. Tentu saja, untuk mendapatakan pendapatan pasif yang besarnya sama dengan pendapatan kita saat ini, memerlukan modal yang cukup besar.

Kamu perlu mengetahui berapa besaran pendapatan pasif yang kamu inginkan per bulannya, setelah itu kamu hitung berapa modal yang harus kamu siapkan untuk mendapatkan pendapatan pasif yang kamu inginkan.

4. Memiliki Rumah dan Hidup Lebih Baik

Financial goals yang banyak sekali diinginkan oleh semua orang ialah memiliki rumah dan hidup lebih baik. Memiliki rumah memang harus direncanakan sebaik mungkin, karena membeli rumah tidak sama seperti membeli barang di e-commerce.

Tidak hanya itu saja, harga rumah yang dari tahun ke tahun semakin meroket, membuat banyak orang merasa semakin sulit memiliki rumah. Tetapi, hal ini akan berbeda ketika kamu sudah merencanakan keuangan.

Kamu jadi tahu kemampuan kamu membeli rumah seperti apa dan kamu juga tidak akan dipusingkan dengan cicilan rumah yang rasanya sangat berat, karena kamu sudah tahu porsi keuangan kamu seperti apa.

5. Membangun Keluarga Sejahtera

Berkeluarga memang menjadi impian bagi banyak orang. Tetapi, ketika kamu berkeluarga, kamu harus sudah mulai merencanakan bagaimana kamu akan membangun keluarga sejahtera.

Karena, banyak sekali kasus perceraian dimulai dari percekcokan akibat ekonomi keluarga. Maka dari itu, merencanakan keuangan ketika berkeluarga sangatlah penting. Kamu harus mulai merencanakan mulai dari tempat tinggal, apakah kamu sudah bisa membeli rumah sendiri atau akan menumpang di rumah orang tua atau mertua, berapa lama kamu akan menumpang.

Selain rumah, kamu juga harus punya rencana bagaimana dengan pendidikan anak kamu nantinya. Apakah kamu ingin menyekolahkan hingga S1 atau S2? Berapa anak yang harus kamu biayai sekolahnya?

Selain rumah dan dana pendidikan, kamu dan pasangan juga harus memikirkan apakah kalian mempertimbangkan menambah aset untuk membantu kalian di masa tua dan bisa menjadi pendapatan tambahan di kemudian hari.

Dengan memiliki financial goals, pertanyaan-pertanyaan di atas bisa memiliki jawaban. Kamu tidak perlu overthinking bagaimana masa depan kamu, karena kamu sudah mulai menentukan dan merencanakannya mulai dari sekarang.

 

Sumber : https://www.ruangmenyala.com/article/read/tujuan-keuangan

———————————————————————————————————————————————————————————————-

Mulailah dengan kebiasaan baik hari ini sekecil apapun itu karena kamu berharga.

Melengkapi support system improve literasi keuangan, kamu bisa join WAG Power People dimana kamu bisa berinteraksi langsung dengan Financial Planner & Advisor KamuPunyaPower

Explore Power People Community : https://kamupunyapower.com/power-people-community/

Jika kamu ingin benar2 memperbaiki money psikologi internal diri kamu, Kamupunyapower punya workshop financial yang diadakan selama 3 hari dimana workshop ini diadakan sebulan 2 kali, kamu akan belajar mulai dari kebiasaan baik tentang uang, mengenal hubungan diri sendiri dan uang, dan tentunya cash flow management, risk management dan investment

Explore Kelas Keuangan KamuPunyaPower : https://kamupunyapower.com/special-classes/

Play Spotify Podcast

@kamupunyapower

Play here

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *