Edisi 3 di Sesi Jumpa (Jum’at Punya Cerita) by WAG membahas tentang Financial Wellness Checklist
Apa itu Financial Wellness
Menurut United Health Care, istilah tersebut mengacu pada keadaan ketika seseorang sudah bisa memenuhi kebutuhan keuangannya dan merasakan keamanan untuk keuangan mereka di masa depan.
Meskipun sering dianggap serupa, financial wellbeing / wellness berbeda dengan financial freedom.
Financial freedom merupakan kondisi yang dapat dicapai dalam jangka panjang.
Dalam financial freedom, seseorang sudah memiliki tabungan dan investasi jangka panjang yang memungkinkan mereka untuk meniti karier dan pensiun sesuai dengan keinginan.
Walaupun tidak se-bebas financial freedom, memiliki financial wellbeing akan memberikan ketenangan batin dan membantu kamu untuk tetap fokus dengan tujuan utama.
Karena pentingnya kesehatan finansial individu dan keluarga terus tumbuh, orang sering menggunakan istilah Financial Wellness untuk mengartikan tingkat kesehatan keuangan seseorang. Financial Wellness adalah konsep multidimensional yang komprehensif yang menggabungkan kepuasan keuangan, status objektif dari situasi keuangan, sikap keuangan, dan perilaku yang tidak dapat dinilai melalui satuan ukuran apapun.
Level Financial Wellness
Level 1 : Financial ignorance
Apa kamu pernah atau masih memiliki pola pikir, “gak perlu ngoyo cari materi, cukup tenang dan pasrah karena rejeki udah ada yang ngatur”, tapi tanpa didahului usaha dan doa nyata? Itu artinya, kamu sedang berada di tahap pertama financial wellness, yakni financial ignorance.
Bukan menyangkal takdir nasib yang sudah disuratkan, usaha dan doa merupakan langkah awal dalam mencapai serta menyambut rejeki itu sendiri. Tuhan mengukur dan memberi rejeki sesuai kadar usaha serta kebutuhan setiap makhluknya, bukan yang diminta atau diinginkan. Bila kamu atau orang terdekatmu masih memiliki mindset ini, yuk segera sadari dan berubah!
Level 2 : Financial anxiety
Di level kedua, kamu sudah menyadari pentingnya financial planning atau perencanaan keuangan. Namun, masih khawatir oleh kondisi finansial saat ini. Alhasil kamu selalu takut pada masa depan terutama soal keuangan dan gak bisa menabung. Parahnya, kamu insecure dengan pencapaian diri hingga membanding-bandingkannya dengan orang lain.
Biar gak pusing sendiri, solusi masalah di atas adalah mulai mempelajari perencanaan keuangan yang sehat. Kamu bisa mengawalinya dari metode sederhana, seperti budgeting atau membuat anggaran prioritas pengeluaran sesuai besaran pendapatan yang kamu punya.
Level 3 : Financial maturity
Apakah pengeluaranmu sesuai anggaran yang telah ditentukan alias gak overbudget setiap bulannya? Lalu, bisa berkata “tidak” saat menginginkan sesuatu karena menyadari uang belum memadai? Terakhir, sudahkah memiliki dana darurat? Bila kamu menjawab “iya” ketiga pertanyaan tersebut, selamat! Itu tandanya kamu sudah memasuki level financial maturity.
Orang yang berada di tahap ini biasanya bisa memahami reaksi diri sendiri terhadap uang atau aset berharga lainnya. Ia juga mampu mengambil keputusan yang masuk akal dengan kesadaran penuh dalam hal finansial. Biar gak turun level, kamu perlu banget terus-menerus memperbaiki kondisi keuangan supaya dapat menyiapkan diri menyongsong masa depan.
Level 4 : Financial pride
Financial pride ditandai dengan penghasilan lebih besar dari pengeluaran. Di level ini, kamu juga mampu membeli barang hingga pengalaman yang sebelumnya sulit diraih tanpa khawatir dengan dana yang ada. Tapi, kamu harus hati-hati biar gak kebablasan di ‘zona nyaman’ ini.
Alih-alih naik level menuju kesejahteraan finansial, kamu bisa terjun bebas ke financial anxiety. Hal ini dikarenakan kurangnya perencanaan keuangan yang baik dan sehat. Biar gak boncos, kamu wajib mengalokasikan beberapa bagian penghasilan ke dalam bentuk invetasi yang berguna untuk masa depan. Seperti menambah tabungan atau dana darurat.
Level 5 : Financial Wellbeing
Inilah level financial wellness sejati, yaitu financial wellbeing. Di level terakhir, kamu gak kelabakan dalam finansial saat mengalami sesuatu di luar kendali. Budget atau anggaran pengeluaran wajib hingga psikismu soal keuangan pun tidak terpengaruh hal-hal tersebut.
Paling penting, dana darurat yang kamu miliki aman serta mampu merencanakan dan menyiapkan masa pensiun yang sejahtera. Di tahap ini, kamu juga sudah menerima dan nyaman dengan diri sendiri tanpa harus flexing status atau harta demi pengakuan orang lain.
Kunci utama financial wellness adalah mengelola serta mengontrol uang dan aset yang dimiliki. Bukan dikendalikan apalagi menjadi budak uang. Maka dari itu, literasi finansial yang baik dan sehat merupakan skill prioritas yang wajib dipelajari serta diaplikasikan ke kehidupan sehari-hari.
Tips yang dapat kamu lakukan untuk mencapai Financial Wellness
Tips 1. Mengubah gaya hidup
Tips mencapai financial wellbeing yang pertama adalah mengubah gaya hidup.
Perkembangan zaman telah memberikan banyak privilege bagi para pekerja. Terutama kini di mana segala bentuk informasi sudah tersebar dan dapat diakses secara cepat dan tepat.
Walaupun begitu, perkembangan zaman juga dapat memberikan dampak buruk kepada keberlangsungan hidup pekerja.
Kehidupan yang sudah serba terkoneksi membuat kita seakan hidup tanpa istirahat. Kita pun terkadang impulsif dan ingin memiliki hal-hal yang diinginkan orang lain.
Melihat hal tersebut, pastikan untuk memiliki kehidupan sosial yang sesuai dengan kondisi keuangan supaya tidak kesulitan dalam mengimbangi pergaulan dan finansial.
Tips 2 : Melakukan financial check up
Tips mencapai financial wellbeing selanjutnya adalah melakukan financial check up.
Ketika ingin melakukan diet, biasanya kamu perlu memiliki persiapan awal seperti menimbang berat badan dan mencari tahu jenis olahraga yang sesuai.
Nah, hal ini juga berlaku saat kamu memulai gaya hidup baru yang menyangkut dengan keuangan. Sebagai saran, kamu perlu melakukan financial check up.
Financial check up sendiri merupakan kegiatan mengecek kondisi keuangan secara menyeluruh dan mendalam.
Dengan melakukan hal tersebut, kamu dapat mengetahui apakah kondisi kamu saat ini aman atau sedang buruk.
Tak hanya itu, informasi yang diraih juga bisa gunakan untuk merancang rencana finansial di masa-masa mendatang.
Tips 3. Mencatat aktivitas keuangan
Saat sudah mengubah gaya hidup, upaya tersebut akan menjadi sia-sia jika kamu masih mempunyai kebiasaan yang sama dalam menggunakan uang.
Nah, supaya kamu dapat melacak arus keuangan, mulailah dengan membuat kebiasaan baru, yakni mencatat seluruh aktivitas keuangan.
Catat semua pemasukan dan pengeluaran secara harian, sehingga kamu dapat mengetahui dengan jelas arus keuangan.
Tips 4. Jangan fokus di orang lain
Tips mencapai financial wellbeing yang terakhir adalah jangan fokus di orang lain.
Sejak dini, mayoritas masyarakat Indonesia telah diberikan mindset kalau mereka harus lebih mapan dibandingkan dengan orang lain.
Ketika bertumbuh besar dengan mindset tersebut, akhirnya kamu malah lebih fokus kepada orang lain.
Pada akhirnya, kamu akan membandingkan pencapaian orang lain dengan keadaan diri sendiri yang kadang dianggap terlalu jauh.
Memiliki pemikiran tersebut tidak akan membantu kamu untuk mencapai financial wellbeing. Maka, mulailah dengan membuang kebiasaan buruk tersebut dan fokus dengan diri sendiri.
Semoga informasi ini dapat membantu literasi keuangan kamu, untuk bergabung dengan Power People Community bisa explore https://kamupunyapower.com/power-people-community/
