3 Pelajaran Penting dari Psikologi Finansial untuk Keuangan Pribadi & Cara Untuk Mengontrol Keuangan dan Emosi

SESI KAMIS (Keuangan Manis)  Edisi Ke-7 by Power People Community by WAG

Apa Itu Psikologi Finansial?

Sama seperti ilmu psikologi secara garis besar, psikologi finansial adalah bidang yang mempelajari cara kerja pikiran manusia pada situasi tertentu. Satu hal yang membedakan psikologi finansial dengan cabang lainnya adalah fokus utamanya.

Sesuai namanya, sektor ilmu ini meneliti bagaimana alam pikiran kita bereaksi saat ada uang yang terlibat, misalnya ketika kita sedang menabung, berbelanja, atau berinvestasi. Pada akhirnya, ilmu ini bertujuan mengungkap pola dan jebakan yang lazim kita alami dalam berpikir untuk mengetahui cara mengatasinya.

3 Pelajaran Penting dari Psikologi Finansial untuk Keuangan Pribadi

1.Kecemasan berlebih menyulitkan kebiasaan menabung

Kekhawatiran karena tidak punya cukup uang bisa menjadi motivasi untuk menabung. Namun, riset dari Hayhoe, dkk. (2012) menunjukkan bahwa subjek dengan tingkat kecemasan sangat tinggi menghadapi lebih banyak kesulitan untuk rutin menabung. Mengapa?

Dengan perasaan cemas berlebih, Kamu tidak bisa berpikir jernih untuk membuat rencana keuangan pribadi jangka panjang karena takut membayangkan peristiwa buruk yang bisa menimpa di masa depan.

2.Bias perilaku bisa berdampak pada portofolio investasi

Selain tabungan pribadi, keadaan psikis kita juga bisa menciptakan bias perilaku yang berpotensi mempengaruhi kondisi portofolio investasi. Misalnya, mungkin Kamu merasa enggan saat harus mengalihkan dana dari instrumen investasi yang sedang merugi karena takut kehilangan uang dan percaya bahwa performanya akan membaik kelak.

Namun, hal tersebut tidak selalu terjadi karena berbagai faktor eksternal. Akibatnya, kamu bisa saja kehilangan kesempatan untuk menginvestasikan uang pada instrumen yang lebih menguntungkan.

3.Emosi bisa memengaruhi kebiasaan belanja

Ilmu psikologi finansial juga mempelajari dampak emosi saat berbelanja melalui konsep emotional spending. Pada dasarnya, emotional spending adalah pembelian yang dilakukan mengikuti perasaan semata, contohnya karena ingin memanjakan diri setelah tertekan di tempat kerja atau takut melewatkan diskon terbatas dari produk incaran. Jika dibiarkan, hal ini bisa mengacaukan kondisi dan rencana keuangan Kamu.

3 cara Cara Mengontrol Keuangan dan Emosi

1. Buat target keuangan yang terperinci
Agar keuangan pribadi Kamu tetap terkontrol, biasakan diri untuk membuat target keuangan yang berisikan detail tujuan finansial, cara  mencapainya, dan batasan untuk diterapkan. Misalnya, jika ingin pensiun lebih cepat, Kamu perlu menghitung target dana yang dibutuhkan, jangka waktu untuk memenuhinya, nominal alokasi dana untuk ditabung, dan batasan maksimum untuk pengeluaran bulanan.

2.Akrabkan diri dengan emosi

Setelah membuat rencana yang mendetail, Kamu perlu mengenal diri sendiri dengan lebih dalam. Caranya, akrabkan diri dengan perasaan Kamu untuk mengetahui apakah yang memicu keputusan impulsif saat berbelanja dan berinvestasi. Agar lebih efektif, bisa mencoba berpikir di tempat yang hening dan merasakan sensasi pada kelima indra Kamu saat menghadapi emosi tertentu.

3. Hindari membandingkan diri dengan orang lain
Media sosial memiliki banyak konten yang menunjukkan produk menarik dan momen terbaik setiap orang, sehingga Kamu bisa saja menghadapi rasa tidak cukup ketika terlalu sering melihatnya. Akibatnya, ini bisa menyebabkan Kamu mengambil keputusan keuangan yang impulsif.

Untuk mencegahnya, hindari kebiasaan membandingkan diri sendiri saat ini dengan orang lain berdasarkan konten di media sosial. Sebaliknya, ukur pencapaianberdasarkan target pribadi serta kondisi diri  sebelumnya.

Ternyata, kondisi pikiran bisa memengaruhi keuangan pribadi dan sebaliknya. Untuk mengatasinya, Kamu bisa mendapatkan wawasan dari esensi ilmu psikologi finansial yang sudah disebutkan, mengakrabkan diri dengan suasana hati sesering mungkin, dan membuat strategi keuangan terperinci. Akhir kata, jangan lupa bahwa Kamu Punya Power untuk mengontrol uang dan emosi kamu, bukan sebaliknya.

 

Sumber : https://www.jalin.co.id/id-id/berita/blog/psikologi-finansial-pengaruh-pikiran-pada-keuangan-pribadi

—————————————————————————————————————————————-

Mulailah dengan kebiasaan baik hari ini sekecil apapun itu karena kamu berharga.

Melengkapi support system improve literasi keuangan, kamu bisa join WAG Power People dimana kamu bisa berinteraksi langsung dengan Financial Planner & Advisor KamuPunyaPower

Explore Power People Community : https://kamupunyapower.com/power-people-community/

Jika kamu ingin benar2 memperbaiki money psikologi internal diri kamu, Kamupunyapower punya workshop financial yang diadakan selama 3 hari dimana workshop ini diadakan sebulan 2 kali, kamu akan belajar mulai dari kebiasaan baik tentang uang, mengenal hubungan diri sendiri dan uang, dan tentunya cash flow management, risk management dan investment

Explore Kelas Keuangan KamuPunyaPower : https://kamupunyapower.com/special-classes/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *